-------------------------------------------------------------------------------
Menurut saya dua hari ini adalah ujian bagi semua karyawan bidang yang saya pimpin. Malah supervisor saya menyampaikan hari itu hari paling berat selama dia bekerja 5 tahun di sini. Penyebabnya lantaran kami disiksa dengan seringnya padam total, blackout. Apa yang menjadi cita-cita saya untuk membangun daerah ini dengan peningkatan keandalan supply listrik, seperti dihantam gelombang yang sangat besar dan meremukkan. Bagaimana tidak? seribu lebih pohon di daerah ini sudah kami tebang, namun listrik tetap mati juga. Bahkan semakin menjadi-jadi frekuensinya. Bagaimana saya menjelaskan kepada masyarakat? Bagaimana saya menjawab pertanyaan pemilik pohon yang sudah merelakan pohonnya ditebang? padahal pohon itu sebagai sumber mata pencahariaannya. Apakah saya tidak berdosa karena itu?? Masya Allah.
Rapat pagi tadi yag bertajuk coffee morning memang sengaja saya adakan untuk mengumpulkan kawan-kawan. Saya ingin melihat apakah beban yang saya rasakan juga mereka rasakan juga. Ternyata benar banyak dari mereka yang shock dan sedih. Dalam kesempatan itu saya sampaikan penebangan pohon harus jalan terus. Seribu pohon yang sudah ditebang, namun masih ada satu yang terkena jaringan, tetap saja akan mati lampu. Kita memang dikecam masyarakat, dikecam orang-orang yang mengatasnamakan masyarakat namun justru mengambil keuntungan dari situasi tersebut. Namun selangkahpun saya tidak akan mundur untuk menjalankan program yang dicanangkan Direktur Operasi Indonesia Timur, Bpk. Vickner Sinaga dan General Manager PLN NTT, Bpk. Santosa Januwarsono. Semangat tidak boleh lemah karena kecaman itu. Karena tekad di awal sudah jelas, kita ingin menyejahterakan masyarakat ende. Memang secara kelayakan banyak daerah disini yang tidak layak untuk dilewati jaringan listrik. Namun kami harus melayani permintaan listrik masyarakat. Sekarang inilah kita bergerak dari posisi tidak layak menjadi layak. Percayalah kalau semua pohon yang kena jaringan sudah ditebang, listrik akan aman. Anak-anak kita bisa belajar dengan tenang tanpa terganggu mati lampu. Para petani bisa menonton televisi setelah pulang dari kebun.
Beban listrik kota ende memang sangat kecil, tidak ada seperseribu kota lain. Kemajuan, kesejahteraan, tingkat pendidikan memang tidak seperti yang lain. Namun jiwa masyarakat Ende sangat luar biasa. Pengertian dan penghargaannya orang kepada orang lain sungguh tertanam di hati dan pikiran mereka. Dalam kondisi seperti padam lampu tidak ada komplain sedikitpun ketika kami menjelaskannya. Ini yang menumbuhkan semangat saya untuk bekerja keras menyejahterakan kelistrikan masyarakat ende.
Mudah-mudahan cita-cita mulia ini diridhoi Allah SWT...Amiin 2x
-------------------------------------------------------------------------------

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Informasi Pilihan Identitas Jika Berkomentar:
Google/Blogger : Khusus yang punya Account Blogger.
Wordpress : Blog dengan account wordpress
Name/URL : Jika tidak punya account blogger namun punya alamat Blog atau Website.
Anonymous : Jika tidak ingin mempublikasikan profile anda.