---------------------------
jika aku menjadi seperti yang lain hidup bercahaya
mungkin saja aku kehilangan rasa syukur, tak tersenyum dalam damai
coba kau jadi aku, sanggupkah bernafas tanpa udara
namun ku nikmati nasib dan takdir hidup ini bila Tuhan yang mau
jika aku menjadi berubah melawan garis yang tertulis
bukannya Tuhan tidak mendengar doa kita tapi Ia tahu yang terbaik
mungkin saja aku kehilangan rasa syukur, tak tersenyum dalam damai
coba kau jadi aku, sanggupkah bernafas tanpa udara
namun ku nikmati nasib dan takdir hidup ini bila Tuhan yang mau
jika aku menjadi berubah melawan garis yang tertulis
bukannya Tuhan tidak mendengar doa kita tapi Ia tahu yang terbaik
(cuplikan syair lagu "jika aku menjadi" by Melly Goeslaw)
Jika aku menjadi seorang pemulung dengan penghasilan yang jauh dari cukup, bukan berarti itulah cita-citaku. Tuhan telah menganugerahiku pilihan yang terbaik untuk-ku. Oleh karenanya aku tidak pernah mengeluh harus bekerja di tumpukan sampah, harus berjibaku dengan udara yang bau dan kotor yang orang biasa tentu tidak mau melakukannya, harus berdiri terpanggangg teriknya matahari, disaat yang lain harus kehujanan tanpa payung atau pelindung. Aku ikhlas walaupun setiap pagi aku tidak mampu memberi sarapan kepada anak-anakku, tidak bisa mengantar mereka pergi ke sekolah karena harus berangkat pagi-pagi untuk berebutan botol dengan sesama rekanku. Aku ikhlas walaupun setiap saat dikomplain anak-anakku dan istriku karena tidak mampu memberikan sesuatu yang mereka minta. Namun aku selalu sabar memberikan apa yang bisa aku berikan. Aku bersyukur karena ternyata Tuhan menganugerahiku anak-anak dan istri yang sholeh. Dalam suka dan duka, dalam situasi keterbatasan keluargaku cukup bahagia. Selalu aku sampaikan ke mereka bahwasanya materi tidak selalu mendatangkan kebahagiaan dan kedamaian.
Jika aku menjadi hanya seorang sopir angkot dengan penghasilan yang tidak tentu, bukan pula itulah keinginanku. Karena kemampuan dan pendidikanku memang hanya cukup menjadi sopir. Sedikitpun aku tidak kecewa atau bersedih dengan kondisiku. Aku juga tidak menyalahkan orang tuaku yang tidak menyekolahkan aku sampai perguruan tinggi. Aku justru sangat bersyukur mempunyai orang tua seperti mereka, yang telah mendidik dan menanamkan moral kebaikan dan ketulusan dalam diriku. Setidaknya akhlak-ku masih baik, aku tidak mencuri, aku tidak pernah membohongi juraganku, aku tidak curang seperti rekan-rekanku yang lain. Aku selalu bersyukur kepada Tuhan atas rezeki yang selalu dilimpahkan kepadaku dan keluargaku. Walaupun untuk mendapatkan setoran aku harus pulang sampai larut malam. Capek dan letihnya rasanya kalau dirasakan. Namun bagaimana nasib anak-anakku kalau aku tidak bekerja? Bagaimana aku dapat membantu mereka mengejar cita-citanya. Bagaimana nasib anak-anak sekolah, kuliah dan para pekerja yang setiap pagi aku antar ke tempat mereka sekolah dan bekerja.
Jika aku menjadi manajer suatu perusahaan yang bonafide. Kemana-mana aku pergi, akan selalu tersedia mobil untuk mengantar ke tempat tujuanku. Apapun yang aku minta, maka setiap saat stafku akan datang memenuhinya. Sekalipun itu sesuatu yang langka dan sulit dipenuhi. Ketika pakaian yang aku kenakan sudah terasa membosankan, dengan sangat mudah aku membeli yang lebih baik lagi. Namun aku merasakan keinginan yang tidak habisnya. Yang selalu akan muncul, ketika aku sudah mendapatkan yang aku inginkan kemarin. Aku seperti orang haus yang meminum air laut, semakin banyak aku meminumnya semakin haus tenggorokanku. Aku sepeti terpenjara oleh keinginanku. Aku seperti dikendarai dan dikendalikan nafsuku.
Terkadang orang yang kita anggap sepele, malah justru sangat berguna. Paling tidak untuk keluarga mereka. Terkadang orang yang kita anggap susah, justru kebahagiaan kita kalah sama mereka. Terkadang orang yang terlihat sukses dan makmur, ternyata menderita.
Pandai-pandailah anda bersyukur dan mawas diri.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Informasi Pilihan Identitas Jika Berkomentar:
Google/Blogger : Khusus yang punya Account Blogger.
Wordpress : Blog dengan account wordpress
Name/URL : Jika tidak punya account blogger namun punya alamat Blog atau Website.
Anonymous : Jika tidak ingin mempublikasikan profile anda.