Tampilkan postingan dengan label Curahan Hati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Curahan Hati. Tampilkan semua postingan

Menyikapi Bulan yang Penuh Emosi

---------------------- 
Beberapa pekan ini suasana orang-orang di kantor terlihat sedikit emosional alias sering marah-marah. Apa ini pertanda putaran bumi yang cepat sehingga membuat orang-orang yang tidak bisa mengimbanginya menjadi emosi akibat kegalauan atau kesedihan karenanya. Apa ada kaitannya juga dengan cuaca yang sangat ekstrim sehingga menyebabkan banjir &  tanah longsor dimana-mana. Saya pun baru menemui sepanjang hidup petir yang sedahsyat seperti kemarin. Bahkan sebutlah kejadian yang tidak ada kaitannya dengan cuaca ektrim seperti peristiwa kecelakaan di Tugu Tani Jakarta dan kecelakaan Bus Maju Jaya yang terjadi baru-baru kemarin. Diam-diam saya mengamati, merenungkan, mencari sebab-akibat. Sudah barang tentu penemuan benang merah jawaban di kepala saya  tidak sama dengan pemikiran orang lain. Tapi sekali lagi lebih baik tetap waspada dan mawas diri untuk semua itu. Tentunya Tuhan Yang Maha Segala-galanya mempunyai maksud atas semua itu. Dan alangkah bahagianya kita apabila tetap berserah diri, bersyukur dan menyesuaikan takdir-Nya.

Waspada yang dimaksud adalah tidak boleh lengah dengan "gerak-gerik" hawa nafsu, yang selalu berupaya agar  kita tersandera olehnya. Karena dengan tersandera olehnya, jauhlah Nur Allah dari hati kita. Nafsu liar akan menjadi penghalang masuknya Cahaya Illahi. Tatkala nafsu sudah berhasil ditundukkan, segala sesuatu akan "mudah" terlihat oleh hati.  Mudah merasakan segala perubahan di sekitar, karena hati sudah bisa melihat semua itu.

Mudah-mudahan situasi banyak orang emosi ini  membuat saya untuk tetap dingin dan sabar. Amiin 2x
-------

Bagaimana Anda Memaknai Maulid Nabi

--------------------
Pemerintah menetapkan hari ini adalah hari libur dalam rangka memperingati Maulud Nabi Muhammad SAW. Mungkin maksud pemerintah menetapkan hari ini sebagai hari libur adalah untuk memberikan kesempatan kepada kita semua umat muslim untuk merayakannya dengan kegiatan-kegiatan pengajian, tabligh atau membaca sejarah mulai dari kelahiran Nabi Muhammad sampai dengan meninggalnya beliau dalam kegiatan maulid barzanzi (mohon maaf kalau penulisannya salah). Atau mudahnya negara memberikan kebebasan dan kelonggaran kepada rakyatnya untuk memperingatinya tanpa harus terganggu dengan waktu bekerja atau sekolah. Sekaligus tentunya pemerintah menyadari betapa pentingnya memperingati Maulid Nabi ini yang diharapkan dengan memperingatinya akan menumbuhkan sikap dan watak meneladani segala sifat dan berkah yang ada pada di Rasulullah Muhammad SAW. Diharpkan dengan sikap dan watak yang merasuk dalam watak dan sikap rakyat indonesia akan menumbuhkan sikap-sikap yang positif : siddiq, tabligh, fatonah dan amanah seperti yang ada pada diri manusia pilihan kekasih Allah, yakni Nabi Muhammad yang selalu kita nantikan syafaatnya di akhir jaman.

Jauh hari sebelum tiba hari ini, orang-orang sibuk mempersiapkan hari ini. Tidak untuk memperingati namun untuk menyiapkan liburan, tidak terkecuali teman-teman kerja saya..hehehe. Jauh hari pula mereka menyiapkan jadwal perjalanan, terlebih lagi liburan ini bertetapatan dengan hari selasa (hari kecepit; tanggung). Jadi tentunya sudah disiapkan rencan pengajuan cuti dan alasan tidak masuk untuk hari senin. Lihatlah berita tv pagi ini yang dipenuhi berita kemacetan di arah puncak bogor. Pertanyaannya adalah apakah pemerintah meliburkan hari ini agar rakyatnya pergi berlibur?? hehehe...Ya bolehlah berlibur  karena memang tidak dilarang, tapi setidaknya sedikit kita juga merenungi makna besar hari ini < ^_^. Kalau hari ini sekedar untuk liburan jangan sampai nanti pemerintah tidak lagi menetapkan hari ini sebagai hari libur. Toh  untuk apa diliburkan wong rakyatnya tidak menggunakan sesuai maksud diliburkannya.

Memang berita kemacetan di puncak Bogor membuat saya risau. Namun segera terobati dengan adanya berita kemacetan ke arah Istiqlal pagi ini, karena banyak masyarakat yang sedang berbondong-bondong hendak mengikuti kegiatan Tabligh Akbar. Yang membuat bahagia lagi adalah berita-berita di daerah-daerah yang semarak dengan kegiatan-kegiatan pawai menyambut peringatan Maulud Nabi. Ya bagaimana anda memaknai dan menyikapi hari peringatan Maulid Nabi ini tergantung pada diri anda masing-masing. Semoga peringatan Maulud Nabi ini bisa menghadirkan kebahagiaan dan kebaikan pada seluruh umat manusia, khususnya bangsa Indonesia..Amiin 2x

Ya Allah semoga Engkau berkanan menatakan bathin dan lahir kami dengan tatanan kebenaran dan kebagusan untuk mengikuti jalan Rasulullah sesuai qodrat dan iradat-Mu.
-------------

Jika Aku Menjadi

---------------------------
jika aku menjadi seperti yang lain hidup bercahaya
mungkin saja aku kehilangan rasa syukur, tak tersenyum dalam damai
coba kau jadi aku, sanggupkah bernafas tanpa udara
namun ku nikmati nasib dan takdir hidup ini bila Tuhan yang mau

jika aku menjadi berubah melawan garis yang tertulis
bukannya Tuhan tidak mendengar doa kita tapi Ia tahu yang terbaik
(cuplikan syair lagu "jika aku menjadi" by Melly Goeslaw)

Jika aku menjadi seorang pemulung dengan penghasilan yang jauh dari cukup, bukan berarti itulah cita-citaku. Tuhan telah menganugerahiku pilihan yang terbaik untuk-ku. Oleh karenanya aku tidak pernah mengeluh harus bekerja di tumpukan sampah, harus berjibaku dengan udara yang bau dan kotor yang orang biasa tentu tidak mau melakukannya, harus berdiri terpanggangg teriknya matahari, disaat yang lain harus kehujanan tanpa payung atau pelindung. Aku ikhlas walaupun setiap pagi aku tidak mampu memberi sarapan kepada anak-anakku, tidak bisa mengantar mereka pergi ke sekolah karena harus berangkat pagi-pagi untuk berebutan botol dengan sesama rekanku. Aku ikhlas walaupun setiap saat dikomplain anak-anakku dan istriku karena tidak mampu memberikan sesuatu yang mereka minta. Namun aku selalu sabar memberikan apa yang bisa aku berikan. Aku bersyukur karena ternyata Tuhan menganugerahiku anak-anak dan istri yang sholeh. Dalam suka dan duka, dalam situasi keterbatasan keluargaku cukup bahagia. Selalu aku sampaikan ke mereka bahwasanya materi tidak selalu mendatangkan kebahagiaan dan kedamaian.

Jika aku menjadi hanya seorang sopir angkot dengan penghasilan yang tidak tentu, bukan pula itulah keinginanku. Karena kemampuan dan pendidikanku memang hanya cukup menjadi sopir. Sedikitpun aku tidak kecewa atau bersedih dengan kondisiku. Aku juga tidak menyalahkan orang tuaku yang tidak menyekolahkan aku sampai perguruan tinggi. Aku justru sangat bersyukur mempunyai orang tua seperti mereka, yang telah mendidik dan menanamkan moral kebaikan dan ketulusan dalam diriku. Setidaknya akhlak-ku masih baik, aku tidak mencuri, aku tidak pernah membohongi juraganku, aku tidak curang seperti rekan-rekanku yang lain. Aku selalu bersyukur kepada Tuhan atas rezeki yang selalu dilimpahkan kepadaku dan keluargaku. Walaupun untuk mendapatkan setoran aku harus pulang sampai larut malam. Capek dan letihnya rasanya kalau dirasakan. Namun bagaimana nasib anak-anakku kalau aku tidak bekerja? Bagaimana aku dapat membantu mereka mengejar cita-citanya. Bagaimana nasib anak-anak sekolah, kuliah dan para pekerja yang setiap pagi aku antar ke tempat mereka sekolah dan bekerja.

Jika aku menjadi manajer suatu perusahaan yang bonafide. Kemana-mana aku pergi, akan selalu tersedia mobil untuk mengantar ke tempat tujuanku. Apapun yang aku minta, maka setiap saat stafku akan datang memenuhinya. Sekalipun itu sesuatu yang langka dan sulit dipenuhi. Ketika pakaian yang aku kenakan sudah terasa membosankan, dengan sangat mudah aku membeli yang lebih baik lagi. Namun aku merasakan keinginan yang tidak habisnya. Yang selalu akan muncul, ketika aku sudah mendapatkan yang aku inginkan kemarin. Aku seperti orang haus yang meminum air laut, semakin banyak aku meminumnya semakin haus tenggorokanku. Aku sepeti terpenjara oleh keinginanku. Aku seperti dikendarai dan dikendalikan nafsuku.

Terkadang orang yang kita anggap sepele, malah justru sangat berguna. Paling tidak untuk keluarga mereka. Terkadang orang yang kita anggap susah, justru kebahagiaan kita kalah sama mereka.  Terkadang orang yang terlihat sukses dan makmur, ternyata menderita.
Pandai-pandailah anda bersyukur dan mawas diri.

Unsur Rasa Menentukan Harga

---------------------------------------
Ya begitulah, untuk sesuatu yang kadang tidak berguna secara materi dan konstruksi, justru terletak daya tariknya. Tidak bisa dijelaskan dimana sisi menariknya, dan saya yakin kalau anda bertanya ke penggemar lukisan atau bahkan langsung ke pelukisnya anda akan dibuat kecewa dengan penjelasan-penjelasan yang semakin membuat anda bingung karena njlimetnya. Sekedar gambaran untuk anda harga sebuah lukisan "Nyai Roro Kidul" Kaya Basuki Abdullah (alm) harganya mencapai milyaran. Sedangkan harga repro (copy-an) bisa mencapai  puluhan juta. Apakah masuk akal??

Berangkat dari rasa penasaran, saya mencoba browsing di internet. Sebagai langkah awal saya mencoba mencari-cari, mendownload kemudian mengamati gambar lukisan-lukisan dari beberapa gallery. Berjam-jam saya telateni mengumpulkan gambar-gambar. Setiap hari saya luangkan waktu beberpa jam untuk melakukan aktifitas tersebut. Saya tidak tahu sampai kapan saya akan terus melakukannya..hehehe
Tidak masalah, saya akan terus melakukannya sampai rasa ingin tahu saya terjawab.

Sampai pada suatu saat saya melihat perbandingan sebuah foto kuda dan lukisan kuda. Pertama saya amati foto kuda. Yang saya lihat kesannya bagus namun saya biasa melihat foto yang lebih bagus atau minimal sama. 
Foto : Kuda

Lukisan Kuda

Ketika saya melihat lukisan kuda di bawahnya, saya merasa lebih berkesan karena ada emosi yang dihadirkan. Mungkin itulah yang membedakan lukisan dan foto. Yang saya rasakan adalah kesan yang sangat mendalam, dan itu tentunya akan bergantung pada diri kita masing-masing yang melihat dan menilai.
Sekarang akan kita bahas mengenai tingkat keindahan suatu foto. Saya tidak bermaksud membuat perdebatan dengan anda yang telah betul-betul menguasai teknik photography, karena saya menulis berdasarkan apa yang ada di pikiran dan hati saya. Kesan bagus tidaknya foto saya ambil dari momentum atau timing pengambilan gambar dan pengaturan cahaya. Sekali lagi itupun dari pemikiran saya sendiri, tidak tahu dari sudut pandang pakar ilmu photography sesungguhnya. Kenapa momentum atau timing? Karena saya melihat foto-foto pada saat yang tepat akan sangat mengena di hati kita, terlebih lagi yang tidak direncanakan terlebih dahulu. Ambilah sebuah contoh foto polisi yang mendorong mobil berikut ini :

Foto : Polisi Mendorong Angkot
Gambaran pikiran saya melihat foto tersebut adalah :
  1. Seorang Polisi yang memiliki kepedulian sangat tinggi yang rela membantu orang yang kesusahan, walaupun cuma sebuah angkot.
  2. Seorang polisi yang ikhlas membantu tanpa pamrih.
  3. Sebuah angkot yang tertangkap karena mangkal sembarangan di pinggir jalan
  4. dsb..
Yang menentukan kualitas foto selanjutnya adalah pencahayaan. Ini berdasarkan pemikiran saya yang sederhana dengan cahaya kita tahu nuansa foto itu. Seperti contoh foto berikut ini :

Foto : Masjid Agung Jawa Tengah di Semarang
Untuk foto ini anda yang saya berikan kesempatan untuk menilai, membandingkan dan mengungkapan perasaan anda. Disini sebaiknya kita abaikan dulu aspek kualitas gambar & resolusi, karena akan sangat bergantung dengan tingkat kemahalan kameranya, yang menurut saya sudah masuk aspek materialistis..hehehe

Anda saya ajak kembali pada topik yang saya bahas di awal, kenapa harga lukisan mahal? Ini tentunya banyak aspek yang menentukan. Akan sangat njlimet seperti njlimetnya pikiran dan tingkah laku manusia. Namun ternyata dari beberapa forum yang saya baca, harga lukisan atau foto bisa berarti sangat mahal bergantung pada kesan rasa orang yang melihatnya. Apabila dia menganggap sebuah lukisan "berkesan" secara emosional dengan jiwanya, dapat bercerita secara batin dengan dirinya dan terlebih lagi sangat langka dan kuno, tentu orang tidak ragu-ragu lagi mengeluarkan uang banyak untuk mendapatkan lukisan itu.

Masakan disukai karena aroma dan rasa yang dirasakan secara lahir
Lukisan disukai karena dapat memuaskan bathin
-----------------------------------
-----------------------------------

Menatap Sang Surya










dalam dinginnya malam ini kadang kuteringat akan dirimu …
teringat ketika senyummu masih untukku …
yang selalu hadir dalam mimpiku …
yang sampai saat ini masih ada di lubuk hatiku …

kau yang dulu kucinta …
dan sampai kapanpun kau selalu kucinta …
biar kita tidak bersama dalam jumpa …
yakinlah kita tetap saling "bicara" …


memang ku tak pernah bisa menyadari …
semua keegoisanku pada diri …
mungkin itu yang membuatmu lelah dan muak …
hingga kau tinggalkanku sendiri …

tak banyak kata lain untukmu lagi …
selain kata “aku masih sayang kamu” …
hanya itu yang masih melekat difikiranku …
tak pernah hilang dalam dekapan waktu yang terluka …

disini dibatas senja kuberdiri …
menatap sang surya tuk tak tenggelam …
supaya kau tak terlelap dalam tidur …
supaya kau tetap bangkit dan berlari ….

Karena fajar pasti akan datang membuka malam ...

Kejayaan Timnas Momen Kebangkitan Indonesia


Dalam minggu-minggu ini tim nasional terus disiarkan dan dibicarakan dimana-mana. Anda bisa melihat bagaimana perjuangan mereka mengalahkan lawan-lawannya, bagaimana mereka berlatih dengan keras dan serius untuk menghadapi pertandingan berikutnya. "Bagaimana mereka bangkit dari keterpurukan" itulah yang dapat kita lihat.
Hal tersebut yang membuat diam-diam banyak orang (yang pada akhirnya semua rakyat indonesia) bersimpati dan mendukung penuh perjuangan mereka. Merekalah yang menginspirasi bangsa kita untuk bangkit dari keterpurukan. 

Momentum kebangkitan tim nasional sangatlah berharga, setelah kita dibuat tidak berdaya, "loyo" dan tidak bisa berbuat apa-apa dengan nasib yang menimpa kita. Sebutlah bencana yang baru-baru terjadi seperti Tsunami Mentawai, Banjir Bandang di Wasior, Letusan Merapi yang Dahsyat dan tenggelamnya kapal-kapal yang merenggut nyawa anak-anak bangsa. Ya kesedihan-kesedihan itulah yang membuat kita bersatu dan peduli dengan nasib saudara-saudara sependeritaan kita. Haruslah tolong menolong dengan saudara-saudara kita, karena kita sudah pernah merasakan kesedihan dan kesengsaraan itu. Di tengah kondisi tersebut Timnas akhirnya bisa bangkit. Kita mengelu-elukan mereka, yang sebenarnya juga mengelu-elukan kita semua untuk bangkit dan berjaya.

Semoga kebangkitan Tim Nasional Merah Putih menjadi Momentum Kebangkitan Bangsa Indonesia

Salam

Perubahan Era

---------------------------
Waktu yang terdiri atas masa lalu, masa sekarang dan masa yang akan datang terus berjalan. Tidak ada satupun yang dapat menghentikan laju sang waktu. Waktu yang menggerus umur kita, merubah budaya kita, menghilangkan masa lalu kita, mengantar kita ke masa depan hidup kita.

Dengan berjalannya waktu, berjalan pula tatanan perubahan baik lahir dan bathin kita. Kita lahir dari rahim ibu kita yg kita cintai, belajar tengkurap, duduk, merangkak, berjalan, berbicara, sekolah meningkatkan intelligent kita, belajar, bekerja, bersosialisasi, bermasyarakat, bernegara, menikah dan terus sebagainya.

Apa yang dapat kita ambil adalah bahwa tatanan hidup akan terus berubah atas tuntunan dan tuntutan jaman. Jaman dapat diartikan sebagai keseluruhan perpaduan kondisi manusia, alam dan Tuhan Yang Maha Agung untuk mengatur semua itu.

Jadi siap atau tidak siap, tatanan kita pasti berubah. Semoga tatanan kehidupan kita di masa depan semakin cerah sempurna.

Ya Allah semoga Engkau berkenan menatakan kehidupan kami dengan tatanan yang terbaik mengikuti Rasul-Mu

Amiin 2x